• Bertaubatlah, sebelum maut menghampiri dan menjemputmu
Selasa, 13 Januari 2026

Selamatkan Kapal Ini – KH. Muhammad Syamlan

Selamatkan Kapal Ini - KH. Muhammad Syamlan
Bagikan

الحمد لله الذي أمر بالمعروف ونهى عن المنكر، وجعل في القيام بحدود الله نجاة الأمة من الهلاك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، الداعي إلى كل خير، والناهي عن كل شر،  وصلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ٫ أوصيكم بتقوى الله فقد فاز المتقون

وقال تعالى:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

[آل عمران ١٠٢

Bapak-bapak dan Saudar-saudara jama’ah jumah rahimakumullah..

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang membuat kita berani berkata benar, dan tetap dalam kebenaran. Tak yang membuat kita siap melakukan amar makruf dan nahi munkar.

Rasulullah ﷺ  bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhārī, dari sahabat an-Nu‘mān bin Basyīr ra:

مَثَلُ القَائِمِ في حُدُودِ اللهِ وَالوَاقعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَصَارَ بَعْضُهُمْ أعْلاها وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، وَكَانَ الَّذِينَ في أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أنَّا خَرَقْنَا في نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤذِ مَنْ فَوقَنَا، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أرَادُوا هَلَكُوا جَميعًا، وَإنْ أخَذُوا عَلَى أيدِيهِمْ نَجَوا وَنَجَوْا جَميعًا

“Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang melanggarnya, bagaikan sekelompok orang yang menaiki kapal. Sebagian di atas, sebagian di bawah. Orang yang di bawah ingin melubangi kapal di bagian mereka untuk mengambil air, agar tidak merepotkan yang di atas. Jika orang yang di atas membiarkan mereka, mereka semua tenggelam. Tapi jika mereka mencegahnya, mereka semua selamat.”

Nabi ﷺ menggambarkan masyarakat, bangsa dan negara, umat ini, semuanya seperti  berada dalam sebuah kapal besar di tengah lautan. Di dalamnya, ada penumpang dari berbagai lapisan: ulama, pemimpin, rakyat, orang saleh dan orang lalai.

Setiap orang punya tempat dan peran. Tapi kapal ini hanya bisa selamat bila semua sadar: kebocoran di satu sisi adalah ancaman bagi semuanya. Maka kalau ada yang sengaja melubangi kapal, meski dengan alasan agar bisa lebih mudah mendapatkan air dan ingin merepotkan yang lain, lalu semua diam, maka ini adalah ancaman musibah besar.

Ketika ada yang berkata,

 “Biarkan saja, itu urusan pribadi mereka,”

maka pada hakikatnya ia sedang membiarkan lubang itu semakin lebar. Memang tidak langsung tenggelam, tapi musibah-musibah kecil akan muncul silih berganti hingga kebinasaan besar yang terjadi. Ini tidak hanya menimpa yang berbuat ceroboh saja, tapi semua yang berada di atas kapal.

Melubangi bagian kapal, itulah ilustrasi perbuatan dosa, maksiat dengan seluruh ragamnya. Mencuri, zina, judi, riba, lgbt, korupsi, pornografi, mengisap rokok dan lain-lain yang diharamkan Allah. Berbuat dosa, itu bukan urusan pribadi, itu bukan HAM, tapi melanggar HAM dan bentuk perusakan kehidupan.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Takutlah kalian terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang zalim di antara kalian saja. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.”

(QS. Al-Anfāl: 25)

Imam al-Qurṭubī menjelaskan:

 “Fitnah (azab) itu tidak hanya mengenai pelaku maksiat, tapi juga mereka yang diam ketika melihatnya.”

Itulah sebabnya, Rasulullah ﷺ mengingatkan:

 إن رأى الناسُ الظالمَ فلم يأخُذوا على يدِه أوشَكَ أن يعمَّهمُ اللهُ بعِقابٍ منه

“Apabila manusia melihat orang zalim dan tidak menegurnya, maka Allah bakal menurunkan azab kepada mereka semua.”

(HR. Abū Dāwūd dan Tirmiżī)

 

Bapak-bapak dan saudara sekalian, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran itu memang tugas utama pemerintah, pihak yang berwenang. Tapi Ini tugas kita semua juga. Setiap mukmin wajib melakukan amar makruf nahi munkar.

Allah berfirman:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Āli ‘Imrān: 104)

Nabi bersabda:

مَنْ رَأى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أضْعَفُ الإيمَانِ .(رواه مسلم).

Barangsiapa yang melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa juga, ingkarilah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim)

Perlu diketahui:

 “Jika amar ma’ruf berhenti, maka kebaikan akan padam. Dan bila nahi munkar ditinggalkan, maka kezaliman akan itulah yang berkuasa.”

 

Jamaah jum’ah rahimakumullah,

Hari ini, kita sedang berada di tengah gelombang besar dunia modern.

Kapal umat ini sedang diuji: gelombang maksiat di mana-mana: ada di pemerintahan, media, hingga di lorong-lorong, termasuk di tempat sekolah, di sawah, di tempat pesta dan lain-lain nyaris tak ada lagi tempat yang dilubangi oleh dosa.

Jika para ulama diam, jika para orang tua hanya mengeluh, jika pemuda tak lagi peduli, maka kapal ini akan terjadi kebocoran hebat yang menyebabkan musibah atau krisin dahsyat.

Maka betapa pentingnya kita mendukung ulama, guru, dan para penggerak dakwah. Mari kita dukung pemuda, mahasiswa berani mencegah kemaksiatan, mati kita dukung anggota dewan dan pejabat bersih yang masih punya nyali memberantas korupsi, judi dan lain lain kemaksiatan..

Mari kita dukung dan kita satu persatu ikut dalam barisan orang-orang yang mencega tangan yang melubangi kapal. Lalu bergerak cepat “menambal kapal” yang sudah banyak bocor di tengah badai zaman.

Allahu berfirman:

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِینَ)

 [التوبة ١١٩]

 بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم وأقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.


الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. وصلى الله عليه وسلم وبارك وعلى ٱله وصحبه أجمعين. اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون، وقال تعالى:

(وَٱلۡعَصۡرِ ۝١ إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ ۝٢ إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ ۝٣)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ كَلِمَتَهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ، وَجَنِّبْهُمُ الْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا، وَلِمَشَايِخِنَا، وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


🕌 Khutbah Jumat:
KH. Muhammad Syamlan

~Selamatkan Kapal Ini

Admin OH

SebelumnyaSiapa yang Bisa Makan dengan Baik, Niscaya bisa Mencari Makan dengan Baik - KH. Muhammad SyamlanSesudahnyaMakanan, Sembelihan dan Pernikahan - Tafsir Qs. Al Maidah ayat 5
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *