• Bertaubatlah, sebelum maut menghampiri dan menjemputmu
Selasa, 13 Januari 2026

Siapa yang Bisa Makan dengan Baik, Niscaya bisa Mencari Makan dengan Baik – KH. Muhammad Syamlan

Siapa yang Bisa Makan dengan Baik, Niscaya bisa Mencari Makan dengan Baik - KH. Muhammad Syamlan
Bagikan

Guru bukan hanya pengajar rumus dan huruf, tetapi penata hati dan perilaku. Termasuk dalam perkara yang sering dianggap sepele: adab makan.

Karena sesungguhnya, siapa yang telah belajar makan dengan baik; dengan adab, kesyukuran, kesederhanaan, dan kebersamaan, maka ia sedang belajar bekal untuk hidup.
Dan barang siapa telah menguasai adab hidup, maka ia akan mampu mencari kehidupan dengan cara yang baik.

Mengapa makan itu bagian dari pendidikan?

Pertama, makan mengajarkan kesederhanaan dan syukur.
Anak yang terbiasa makan sederhana tanpa mengeluh akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat menghadapi kerasnya kehidupan.

Kedua, makan melatih kesabaran dan tertib.
Menunggu giliran, tidak berebut, mendahulukan yang lebih tua dan guru — semua itu adalah pelajaran akhlak yang tidak pernah diajarkan di halaman buku, kecuali sekedar teori.

Ketiga, makan menumbuhkan rasa kebersamaan dan empati.
Saat satu termos atau piring dibagi, hati ikut belajar: “Kenyang itu terasa lebih nikmat jika bersama.”

Keempat, makan mendidik rasa tanggung jawab.
Menghabiskan makanan, tidak membuang-buang rezeki, membersihkan bekas makan — semua ini mendidik jiwa agar tidak boros dan tidak meremehkan nikmat Allah.

Kelima, yang lebih penting lagi makan minum itu termasuk ibadah. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ (172)
Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya saja kalian beribadah”. (Al-Baqarah: 172).

Tugas Guru itu menjadi teladan, bukan Sekadar Penyampai

Guru yang duduk makan bersama muridnya, membagi lauk dengan tangannya, dan mengajarkan adab makan secara langsung — sesungguhnya sedang menanamkan nilai hidup yang tidak akan pernah hilang.
Karena anak lebih mudah meniru daripada mendengar.

 “Ajarkan adab sebelum ilmu, karena orang yang beradab akan memuliakan ilmu.”

Maka, wahai para guru — uhibbukum fillah,
Jika kita ingin murid-murid kita kelak mampu mencari rezeki dengan cara yang halal, bijak, terhormat dan penuh rasa syukur—
mulailah dengan mengajarkan mereka bagaimana cara makan dengan baik.

Sebab, siapa yang bisa makan dengan baik, niscaya bisa mencari makan dengan baik. Aljaza’u min jinsil ‘amal.

Baarakallahu fiikum jami’an.


✅Taushiyah untuk Guru Rabbani
🖋️KH. Muhammad Syamlan
🖤Pelayan Ma’had Rabbani Bengkulu

Admin OH

SebelumnyaCRAB 2025: Ajang Kreativitas dan Prestasi Siswa RabbaniSesudahnyaSelamatkan Kapal Ini - KH. Muhammad Syamlan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *