• Bertaubatlah, sebelum maut menghampiri dan menjemputmu
Selasa, 13 Januari 2026

Wudhu, mandi dan Tayammum – Tafsir QS. Al Maidah : 6

Wudhu, mandi dan Tayammum - Tafsir QS. Al Maidah : 6
Bagikan

Wudhu, mandi dan Tayammum


KH. Muhammad Syamlan

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُوا۟ وُجُوهَكُمۡ وَأَیۡدِیَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَیۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبࣰا فَٱطَّهَّرُوا۟ۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰۤ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَاۤءَ أَحَدࣱ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَاۤىِٕطِ أَوۡ لَـٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَاۤءَ فَلَمۡ تَجِدُوا۟ مَاۤءࣰ فَتَیَمَّمُوا۟ صَعِیدࣰا طَیِّبࣰا فَٱمۡسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَیۡدِیكُم مِّنۡهُۚ مَا یُرِیدُ ٱللَّهُ لِیَجۡعَلَ عَلَیۡكُم مِّنۡ حَرَجࣲ وَلَـٰكِن یُرِیدُ لِیُطَهِّرَكُمۡ وَلِیُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَیۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ }

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakitatau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
[Surat Al-Ma’idah: 6]

Penjelasan Umum

Ayat ini memanggil kita sebagai orang yang beriman, yang beragama islam kita dipanggil oleh Allah; apabila kita berniat mengerjakan sholat dan sholat ini adalah sesuatu yang agung sebagai bentuk kewajiban manusia kepada-Nya. Maka kalau kita mau mengerjakan sholat maka kita diperintahkan untuk berwudhu khususnya ketika kita berhadats kecil maka syarat sholat harus bersuci, baik dari hadats kecil maupun besar.

Disebutkan dalam ayat ini bahwa yang menjadi rukun mencuci muka dan mencuci tangan hingga siku untuk menunjukkan siku itu harus terkena air. Dan mengusap kepala (tidak dicuci), kemudian mencuci kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

Jika kamu dalam kondisi junub maka hendaknya kalian bersuci maksudnya mandi. Dan jika kamu sakit dan sulit untuk menggunakan air atau dalam perjalanan atau salah seorang diantara kalian kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan maksudnya adalah bersetubuh, disini disebutkan baik hadits kecil maupun hadats besar, maka jika kamu tidak memperoleh air setelah mencarinya, maka bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu.

Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tata aturan ini bukan untuk menyulitkan, tetapi Allah hendak membersihkan kamu lahir dan batin, secara fisik maupun maknawi dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. Tidak ada jalan kesuksesan kecuali dengan bersyukur.

Pelajaran

1. Keutamaan iman. Identitas iman ini adalah yang paling penting bagi manusia tanpa iman tidak ada artinya manusia ini, tapi dengan iman Allah angkat derajat manusia.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu”

Oleh karena itu hendaknya yang selalu kita jaga dalam hidup ini adalah iman. Jangan sampai iman kita berkurang.

2. Keagungan sholat. Sholat adalah ibadah yang paling agung. Di dalam Al Quran perintah sholat inilah yang paling banyak Allah sebutkan. Sholat disebutkan sebagai bukti iman kita kepada Allah. Karena keagungan sholat inilah maka sholat harus dilakukan dengan bersih dari najis dan bersih dari hadats.

3. Kewajiban berwudhu apabila ingin menunaikan sholat khususnya sedang berhadats kecil. Di dalam ayat ini diterangkan rukun-rukun wudhu, wudhu itu adalah bersuci dengan menggunakan air, diawali dengan niat, mencuci wajah, mencuci tangan sampai siku, إِلَى itu maknanya adalah ma’a bersama, menunjukkan pembatasan artinya siku itu harus kena. Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan mengusap kepala. Kemudian mencuci kaki. Wudhu itu harus tertib. Dan muwalah yaitu tidak ada jeda yang panjang antara mencuci bagian yang satu dengan berikutnya.

4. Ketika junub hadats besar, cara bersucinya adalah dengan mandi, bukan hanya berwudhu. Mandi itu adalah membasahi sekujur tubuh. Membersihkan yang kotor, kemudian berwudhu, kemudian membasuh bagian sebelah kanan, kiri dan sekujur tubuh.

5. Ada tayammum. Tahammum itu bersuci dengan menggunakan permukaan tanah. Caranya pertama adalah dengan berniat, lalu tangan ditepuk di tanah kemudian diusapkan ke muka dan kemudian diusapkan ke tangan (pergelangan tangan). Tayammum dibolehkan sebagai pengganti wudhu dan pengganti mandi. Bisa digunakan untuk membersihkan hadats besar dan hadats kecil. Syaratnya secara umum sudah mencari air tapi tidak menemukan air, dan diantara hal-hal yang menyebabkan boleh tayammum adalah seperti sakit, tidak bisa menggunakan air. Termasuk juga dalam kondisi berpergian dan sulit untuk mendapatkan air.

6. Agama ini tidak disyariatkan oleh Allah demi kesulitan manusia. Agama ini mudah. إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

7. Bersuci ini adalah dalam rangka membersihkan manusia. Membersihkan kita orang-orang yang beriman. Baik membersihkan najis secara maknawi maupun secara fisik.

8. Allah memberikan nikmat yang sempurna kepada umat islam ini nikmat lahir dan batin khususnya nikmat agama. Maka bagi umat islam tidak ada nikmat terbesar kecuali syariat islam ini. Kapan nikmat itu dicabut oleh Allah? Ketika umat islam jauh dari syariatnya. Khususnya dalam hal bersuci ini.

9. Pentingnya untuk bersyukur. Mensyukuri ajaran yang dibawa oleh Nabi. Karena dari sini nikmat ini menjadi sempurna.


Selengkapnya :


Kajian Tafsir Masjid Baitul Atieq Sawah Lebar

Qs. Al Maidah ayat 6
Sabtu 10 Jumadil Awal | 1 November 2025

Admin OH

SebelumnyaLarangan Mencukur Rambut Model Qaza'SesudahnyaKeutamaan Berjamaah di Masjid dan Keutamaan Sholat Sunnah di Rumah
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *