Posisi Makmum Sendiri dan Pentingnya Belajar Shalat Sejak Dini – KH. M. Syamlan
Kajian Kitab Bulughul Maram
Masjid Al Iman Tanah Patah Kota Bengkulu.
🙏Khadimul Ma’had Rabbani
✒️Muhammad Syamlan
عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ -رضي الله عنهما- قالَ: «صلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ -ﷺ- ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ -ﷺ- بِرَأْسِي مِنْ وَرَائي، فَجَعَلنِي عَنْ يَمِيْنِهِ». مُتَّفقٌ علَيْهِ
🕌 Terjemahan:
Dari Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā, ia berkata:
“Aku pernah shalat bersama Rasulullah ﷺ pada suatu malam. Aku berdiri di sebelah kiri beliau, lalu Rasulullah ﷺ memegang kepalaku dari belakang dan memindahkanku ke sebelah kanan beliau.”
(Muttafaq ‘alaih)
📖 Pelajaran:
- Posisi makmum tunggal bersama imam adalah di sebelah kanan imam
Ini adalah dalil yang sangat jelas dan tegas dalam masalah posisi makmum satu orang. - Tidak sah atau tidak sempurna jika makmum berdiri di sebelah kiri imam tanpa uzur, Karena Nabi ﷺ langsung membetulkan posisi Ibnu ‘Abbās.
- Imam boleh membetulkan posisi makmum ketika shalat Nabi ﷺ melakukannya tanpa membatalkan shalat.
- Gerakan kecil dalam shalat diperbolehkan bila ada kebutuhan yang sangat penting Memegang dan memindahkan makmum termasuk gerakan ringan yang dibolehkan.
- Shalat malam (qiyāmullail) boleh dilakukan berjamaah. Hadits ini terjadi pada shalat malam Nabi ﷺ.
- Anak kecil boleh menjadi makmum orang dewasa, Ibnu ‘Abbās saat itu masih anak-anak, ini menunjukkan sahnya shalat anak mumayyiz.
- Makmum harus mengikuti tata cara shalat yang benar meski tidak tahu sebelumnya, Kesalahan dalam posisi diperbaiki saat shalat berlangsung.
- Makmum tidak boleh lebih maju dari imam. Karena itu Nabi memindahkan Ibnu Abbas lewat belakang bukan lewat depan imam, padahal ini lebih mudah.
- Pentingnya ilmu langsung amal Nabi ﷺ tidak hanya menjelaskan, tetapi langsung memperagakan dan membetulkan.
- Kelembutan Rasulullah ﷺ dalam mendidik dan begitulah seharusnya semua guru, Beliau hanya memegang kepala Ibnu ‘Abbās dengan lembut, tanpa teguran keras.
- Mendidik tanpa mempermalukan, Koreksi dilakukan diam-diam, tanpa kata-kata yang menjatuhkan.
- Kesabaran dalam mendidik anak dan pemula, Ibnu ‘Abbās adalah anak muda yang masih belajar.
- Memberikan perhatian khusus kepada murid dan menyambut baik bila ada anak yang mau belajar. Tindakan Nabi ﷺ menunjukkan kepedulian beliau terhadap pendidikan anak-anak.
- Mengajarkan adab sebelum ilmu, Posisi dalam shalat mencerminkan adab bermakmum.
- Teladan guru dalam ibadah Rasulullah ﷺ Shalat, dan tanpa diajak Ibnu Abbas ikut.
- Menanamkan keberanian belajar sejak kecil dan pentingnya menuntut ilmu sejak diri Ibnu ‘Abbās berani shalat malam bersama Nabi ﷺ, padahal masih kecil.
- Orang tua yang baik, itu mengirimkan anaknya untuk belajar. Dari riwayat lain disebutkan Ibnu Abbas menginap di rumah Nabi atau bibinya itu diperintahkan Ayahnya Al-Abbas agar Ibnu Abbas mengetahui shalat Nabi di waktu malam.
- Belajar atau menuntut ilmu itu bisa lewat orang lain yang disuruh datang atau belajar kepada guru, lalu dia tanya atau belajar dari orang yang dia utus itu.
- orang akan mendapatkan sesuai dengan niat dan seberapa persiapkan yang dia siapkan. Demikian dalam mencari ilmu, harta dan lain-lainnya.
Wallahu a’lam wahuwa waliyuttaufiq..
Selengkapnya :
✨ Kesimpulan:
Hadits ini merupakan dalil fiqih yang kuat tentang posisi makmum tunggal dan contoh tarbiyah Nabi ﷺ yang sangat ideal, yaitu mendidik dengan lembut, praktis, dan penuh hikmah.
Tidak ada komentar
