Nabi Muhammad diutus untuk Ahlil Kitab – Tafsir Qs. Al Maidah 15-16
Kajian Tafsir Masjid Baitul Atieq Sawah Lebar
Qs. Al Maidah 15-16
Sabtu 21 Rajab 1447 | 10 Januari 2026
KH. Muhammad Syamlan
Nabi Muhammad diutus untuk Ahlil Kitab
Allah ta’ala berfirman,
{ یَـٰۤأَهۡلَ ٱلۡكِتَـٰبِ قَدۡ جَاۤءَكُمۡ رَسُولُنَا یُبَیِّنُ لَكُمۡ كَثِیرࣰا مِّمَّا كُنتُمۡ تُخۡفُونَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَیَعۡفُوا۟ عَن كَثِیرࣲۚ قَدۡ جَاۤءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورࣱ وَكِتَـٰبࣱ مُّبِینࣱ (15)
یَهۡدِی بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَ ٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَـٰمِ وَیُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذۡنِهِۦ وَیَهۡدِیهِمۡ إِلَىٰ صِرَ ٰطࣲ مُّسۡتَقِیمࣲ (16) }
Artinya:
Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.
Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.
[Surat Al-Ma’idah: 15-16]
Penjelasan Umum
Ayat ini masih terkait dengan para ahli kitab yaitu Yahudi Nasrani. Dimana sebelumnya Allah mengambil perjanjian kepada mereka dan pengkhianatan mereka terhadap janji tersebut. Pada ayat ini Allah memanggil mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad. Karena mereka tahu berdasarkan kitab yang mereka miliki tentang kebenaran Nabi Muhammad itu. Nabi menjelaskan apa-apa yang telah mereka sembunyikan, tapi memang tidak semuanya di buka, yang tidak penting tidak dibuka oleh Allah dan untuk menutupi aib mereka.
Dan Allah turunkan Al Quran yang merupakan Nur Cahaya. Maka tidak perlu cari cahaya yang lain lagi. Al Quran juga sebagai petunjuk, semuanya telah dijelaskan oleh Allah maka tidak perlu lagi ada petunjuk lainnya. Dengan Al Quran ini Allah berikan petunjuk kepada orang yang mencari ridho Allah, orang yang mencari keselamatan. Dan dengan Al Quran itu Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran, kekufuran, dan seterusnya. Dan dengan Al Quran itu Allah membimbing manusia untuk menuju jalan yang lurus yaitu islam sebagai satu-satunya jalan yang diridhoi Allah.
Pelajaran
1. Penyebutan Ahlul kitab orang Yahudi dan Nasrani itu bukan penyebutan dalam konteks kemuliaan tapi dalam konteks penegakan hujjah atas mereka. Karena ketika mereka kafir, itu bukan kemuliaan. Ini Allah tunjukkan bahwa mereka itu ahlul kitab (Orang-orang yang diberikan kitab) maka seharusnya mengerti. Tahu tentang kebenaran, tahu tentang ilmu dan tahu Nabi Muhammad. Maka jangan sampai ingkar, karena itu tidak pantas oleh ahlul kitab.
2. Rasulullah diutus juga kepada ahli kitab. Meskipun Nabi sebenarnya diutus untuk seluruh umat manusia, namun pada ayat ini, Allah mengutus Nabi kepada ahlul kitab juga, supaya mereka tidak memiliki anggapan bahwa Nabi tidak diutus kepada mereka. Agar mereka tidak menganggap cukup dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa saja. Hal ini karena Nabi Muhammad merupakan mata rantai dari para Nabi dan Rasul sebelumnya.
3. Dengan demikian, jika Ahlul Kitab tidak beriman kepada Nabi Muhammad, maka mereka termasuk golongan yang kafir. Hal ini karena Nabi Muhammad diutus kepada mereka, namun mereka menolak dan tidak mengimaninya.
4. Nabi Muhammad itu adalah pemberi penjelasan, Nabi Muhammad diberikan Al Quran dan Al Quran itu dijelaskan oleh Nabi Muhammad baik dalam perkataan maupun perbuatan. An-Naĥl 16:64
وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ
Artinya:
Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
5. Nabi menjelaskan apa-apa yang telah disembunyikan oleh ahlul kitab. Maka Nabi buka, antara lain hukum rajam, riba, makanan yang diharamkan oleh Allah dst. Sehingga ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad. Nabi membuka apa saja yang mereka sembunyikan, sehingga jelas bahwa Nabi itu adalah utusan Allah. Karena Nabi dikenal sebagai umi (tidak bisa baca tulis), tapi demikian Nabi bisa tahu dan membuka apa yang mereka sembunyikan itu.
6. Nabi Muhammad tidak membuka semua hal yang disembunyikan oleh ahlul kitab. Beliau hanya membuka hal-hal yang benar-benar ada gunanya dan bermanfaat, sedangkan hal-hal yang tidak ada gunanya tidak dibuka. Ini menunjukkan bahwa menutup aib orang lain adalah tindakan yang baik, karena pada dasarnya, semakin banyak aib seseorang dibuka, semakin keras pula akibatnya.
7. Ahlul kitab ternyata gemar menyembunyikan ilmu, menyembunyikan ayat-ayat Allah baik teksnya dibuang atau diubah.
8. Kita dilarang menyembunyikan ilmu yang telah Allah berikan kepada kita, karena itu termasuk dosa besar. Lebih parah lagi jika ilmu tersebut diputarbalikkan dan digunakan untuk menyesatkan orang lain. Contohnya, ketika seseorang bertanya, “Apakah memakai jilbab itu wajib?” dan dijawab dengan, “Tidak, itu hanya untuk istri Nabi saja.” Perilaku seperti ini sangat berbahaya dan dapat menyesatkan banyak orang.
9. Risalah Nabi Muhammad adalah cahaya yang terang benderang, yang menerangi kegelapan. Sebelum diutusnya Nabi, dunia ini berada dalam zaman jahiliyah, dan jangan kita pikir bahwa jahiliyah hanya terjadi di Makkah saja, tapi itu adalah keadaan seluruh dunia. Namun, setelah Nabi diutus oleh Allah, cahaya kebenaran mulai bersinar. Sekarang, terserah kita, mau menerima cahaya itu atau tetap berada dalam kegelapan… Seperti dizaman Nabi dulu Ada Abu Bakar yang cepat menerima cahaya kebenatan yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
10. Al Quran adalah kitab yang menjelaskan segala sesuatu. Karena itu hendaknya Al Quran kita jadikan sebagai pedoman hidup. Dan kalau kita menghadapi masalah maka kita cari petunjuknya di dalam Al Quran. Dan tentu juga dipandu dengan sunnah Nabi Muhammad
11. Siapapun yang tidak menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, maka pasti mereka berada dalam kegelapan. Dimanapun ada bangsa, umat, dan individu yang tidak menjadikan Al-Quran sebagai pedoman, maka pasti mereka berada dalam kegelapan. Kegelapan itu bisa berupa bencana yang menimpa dan lain-lain. Jika kita ingin rumah tangga kita bagus, maka baca Al-Quran, dan rumah tangga itu akan bercahaya. Maka, dengan Al-Quran, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Dengan Al-Quran, kita akan mendapatkan petunjuk dan cahaya dalam hidup, sehingga kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan bahagia.
12. Hidayah di tangan Allah. Oleh karena itu maka mintalah hidayah itu kepada Allah. Jangan sabagai alasan tidak dapat hidayah. Seharusnya orang selalu minta kepada Allah tunjukilah kami jalan yang lurus.
13. Diantara cara mendapatkan hidayah dari Allah kita menjadikan ridho Allah sebagai tujuan. Melakukan kebaikan menjauhi keburukan. Termasuk para penuntut ilmu, kalau ingin mendapatkan ilmu yang terus bertambah maka silahkan diamalkan. Dan dengan itu kita mendapatkan ridho dan hidayah Allah.
14. Orang yang menempuh syariat pasti selamat. Yaitu jalan yang lurus. Dan jalan yang lurus itu tidak ada lain kecuali islam. Jalan orang yang diberi nikmat oleh Allah dan bukan jalan orang Yahudi yang dimurkai dan bukan pula jalan orang Nasrani yang sesat.
Sabtu 21 Rajab 1447 | 10 Januari 2026
Selengkapnya di :
