• Bertaubatlah, sebelum maut menghampiri dan menjemputmu
Sabtu, 4 April 2026

Posisi Makmum Sendiri dan Pentingnya Belajar Shalat Sejak Dini – KH. M. Syamlan

Posisi Makmum Sendiri dan Pentingnya Belajar Shalat Sejak Dini - KH. M. Syamlan
Bagikan

Kajian Kitab Bulughul Maram
Masjid Al Iman Tanah Patah Kota Bengkulu.

🙏Khadimul Ma’had Rabbani
✒️Muhammad Syamlan

 

عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ -رضي الله عنهما- قالَ: «صلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ -ﷺ- ذَاتَ لَيْلَةٍ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ -ﷺ- بِرَأْسِي مِنْ وَرَائي، فَجَعَلنِي عَنْ يَمِيْنِهِ». مُتَّفقٌ علَيْهِ

🕌 Terjemahan:

Dari Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā, ia berkata:
“Aku pernah shalat bersama Rasulullah ﷺ pada suatu malam. Aku berdiri di sebelah kiri beliau, lalu Rasulullah ﷺ memegang kepalaku dari belakang dan memindahkanku ke sebelah kanan beliau.”
(Muttafaq ‘alaih)

📖 Pelajaran:

  1. Posisi makmum tunggal bersama imam adalah di sebelah kanan imam
    Ini adalah dalil yang sangat jelas dan tegas dalam masalah posisi makmum satu orang.
  2. Tidak sah atau tidak sempurna jika makmum berdiri di sebelah kiri imam tanpa uzur, Karena Nabi ﷺ langsung membetulkan posisi Ibnu ‘Abbās.
  3. Imam boleh membetulkan posisi makmum ketika shalat Nabi ﷺ melakukannya tanpa membatalkan shalat.
  4. Gerakan kecil dalam shalat diperbolehkan bila ada kebutuhan yang sangat penting Memegang dan memindahkan makmum termasuk gerakan ringan yang dibolehkan.
  5. Shalat malam (qiyāmullail) boleh dilakukan berjamaah. Hadits ini terjadi pada shalat malam Nabi ﷺ.
  6. Anak kecil boleh menjadi makmum orang dewasa, Ibnu ‘Abbās saat itu masih anak-anak, ini menunjukkan sahnya shalat anak mumayyiz.
  7. Makmum harus mengikuti tata cara shalat yang benar meski tidak tahu sebelumnya, Kesalahan dalam posisi diperbaiki saat shalat berlangsung.
  8. Makmum tidak boleh lebih maju dari imam. Karena itu Nabi memindahkan Ibnu Abbas lewat belakang bukan lewat depan imam, padahal ini lebih mudah.
  9. Pentingnya ilmu langsung amal Nabi ﷺ tidak hanya menjelaskan, tetapi langsung memperagakan dan membetulkan.
  10. Kelembutan Rasulullah ﷺ dalam mendidik dan begitulah seharusnya semua guru, Beliau hanya memegang kepala Ibnu ‘Abbās dengan lembut, tanpa teguran keras.
  11. Mendidik tanpa mempermalukan, Koreksi dilakukan diam-diam, tanpa kata-kata yang menjatuhkan.
  12. Kesabaran dalam mendidik anak dan pemula, Ibnu ‘Abbās adalah anak muda yang masih belajar.
  13. Memberikan perhatian khusus kepada murid dan menyambut baik bila ada anak yang mau belajar. Tindakan Nabi ﷺ menunjukkan kepedulian beliau terhadap pendidikan anak-anak.
  14. Mengajarkan adab sebelum ilmu, Posisi dalam shalat mencerminkan adab bermakmum.
  15. Teladan guru dalam ibadah Rasulullah ﷺ Shalat, dan tanpa diajak Ibnu Abbas ikut.
  16. Menanamkan keberanian belajar sejak kecil dan pentingnya menuntut ilmu sejak diri Ibnu ‘Abbās berani shalat malam bersama Nabi ﷺ, padahal masih kecil.
  17. Orang tua yang baik, itu mengirimkan anaknya untuk belajar. Dari riwayat lain disebutkan Ibnu Abbas menginap di rumah Nabi atau bibinya itu diperintahkan Ayahnya Al-Abbas agar Ibnu Abbas mengetahui shalat Nabi di waktu malam.
  18. Belajar atau menuntut ilmu itu bisa lewat orang lain yang disuruh datang atau belajar kepada guru, lalu dia tanya atau belajar dari orang yang dia utus itu.
  19. orang akan mendapatkan sesuai dengan niat dan seberapa persiapkan yang dia siapkan. Demikian dalam mencari ilmu, harta dan lain-lainnya.

Wallahu a’lam wahuwa waliyuttaufiq..

Selengkapnya :


✨ Kesimpulan:
Hadits ini merupakan dalil fiqih yang kuat tentang posisi makmum tunggal dan contoh tarbiyah Nabi ﷺ yang sangat ideal, yaitu mendidik dengan lembut, praktis, dan penuh hikmah.

SebelumnyaNabi Muhammad diutus untuk Ahlil Kitab - Tafsir Qs. Al Maidah 15-16SesudahnyaKHUTBAH JUMAT UNTUK PERADABAN DUNIA
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *