• Bertaubatlah, sebelum maut menghampiri dan menjemputmu
Sabtu, 4 April 2026

KHUTBAH JUMAT UNTUK PERADABAN DUNIA

KHUTBAH JUMAT UNTUK PERADABAN DUNIA
Bagikan

KH. Muhammad Syamlan, luncurkan Buku “Khutbah yang Menggetarkan Dada dan Mengguncang Dunia”
dalam Mudzakarah Imam Khatib se-Provinsi Bengkulu

RabbaniToday (24/01/26/26) – Mimbar Jumat kembali ditegaskan sebagai jantung peradaban umat dalam Mudzakarah dan Tarqiyah Imam Khatib se-Provinsi Bengkulu yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Pondok Pesantren IIT Rabbani, Kota Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri tidak kurang dari 300 imam dan khatib dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Acara strategis ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. H. Zulkain Dali, yang juga sebagai Rektor UINFAS, serta mendapat arahan dari Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu DR. Herwan Antoni.

Kehadiran unsur ulama dan pemerintah tersebut menegaskan pentingnya penguatan peran imam dan khatib dalam menjaga arah moral, spiritual, dan sosial masyarakat.

Mudzakarah ini juga dihadiri para ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai pemateri, pimpinan-pimpinan pondok pesantren, serta tokoh-tokoh keagamaan yang selama ini berperan aktif dalam pembinaan umat.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah pembagian buku khutbah karya KH. Muhammad Syamlan, ulama kharismatik Bengkulu yang akrab disapa Ustadz Syamlan atau Abah, berjudul “Khutbah yang Menggetarkan Dada dan Mengguncang Dunia.”

Buku tersebut memuat 10 khutbah pilihan yang disusun untuk menghidupkan kembali ruh mimbar Jumat—agar khutbah tidak berhenti sebagai rutinitas ibadah, melainkan menjadi sarana dakwah yang menggugah iman, menyentuh nurani, dan menggerakkan umat menuju perbaikan diri dan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, KH. Muhammad Syamlan menegaskan bahwa mimbar Jumat memiliki kekuatan besar dalam membentuk arah umat. Menurutnya, sejarah Islam menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kata-kata yang jujur, hidup, dan keluar dari hati yang bersih.

“Mimbar Jumat bukan tempat mengulang kata-kata mati. Mimbar adalah tempat menyampaikan kebenaran yang hidup, yang menggetarkan dada, dan membangunkan kesadaran umat serta memimpin peradaban Dunia.”, tegas beliau di hadapan para imam dan khatib. Buku ini baru contoh, kata Abah Syamlan, InsyaAllah nanti akan disempurnakan lagi dan dicetak lebih baik dan lebih banyak lagi. “Semoga nanti setiap masjid bisa mendapatkannya”, tegasnya.

Para peserta menyambut antusias pembagian buku tersebut. Banyak imam dan khatib menilai buku ini sebagai bekal penting untuk meningkatkan kualitas khutbah agar lebih relevan dengan realitas umat, sekaligus tetap kokoh di atas Al-Qur’an dan Sunnah. Buya Drs. H. Amaludin Ulama dan Muballigh kondang dari Bengkulu Selatan mengatakan, “Buku khutbah ini materi-matetinya aktual, mencerahkan, mencerdaskan dan membangkitkan.”

Mudzakarah dan Tarqiyah Imam Khatib se-Provinsi Bengkulu ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan mimbar Jumat, memperkuat kapasitas imam dan khatib, serta mempererat sinergi ulama, pesantren, dan pemerintah dalam membangun kehidupan keagamaan yang berakar kuat dan bermartabat. Untuk kemajuan Bengkulu, negeri ini hingga peradaban Dunia yang Islami.

SebelumnyaPosisi Makmum Sendiri dan Pentingnya Belajar Shalat Sejak Dini - KH. M. SyamlanSesudahnyaMembludak, 1.167 Peserta Se-Provinsi Mengikuti Galaksi 5 SMPIT dan SMAIT Rabbani Bengkulu 2026
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *