Bimtek RKAS BOS 2027, Yayasan Ma’had Rabbani Tekankan Pengelolaan Dana Pendidikan yang Amanah dan Berorientasi pada Keberkahan
BENGKULU, 15 Oktober 2026 — Yayasan Ma’had Rabbani menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Anggaran 2027, Kamis (15/10/2026), bertepatan dengan 4 Jumadil Awal 1448 H, bertempat di Laboratorium Pondok Pesantren IIT Rabbani Putri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Yayasan Ma’had Rabbani dalam memperkuat tata kelola keuangan pendidikan yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di seluruh unit lembaga.
Tidak sekadar membekali peserta dengan kemampuan teknis penyusunan anggaran, kegiatan ini juga menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab kepemimpinan, serta nilai-nilai keberkahan dalam pengelolaan dana pendidikan.
Acara berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Sasminto, S.Pd., Gr., selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Atri Adinata, S.Pd., Gr.

KH. Muhammad Syamlan: Ilmu Menentukan Keberkahan Harta
Dalam taujih dan arahannya, Pimpinan Yayasan Ma’had Rabbani, KH. Muhammad Syamlan, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan dana pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang diterima, tetapi juga oleh ilmu, kebijaksanaan, dan tanggung jawab orang-orang yang mengelolanya.
Beliau mengingatkan bahwa ilmu merupakan salah satu nikmat terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa ilmu, harta yang seharusnya membawa manfaat justru dapat menjadi sumber persoalan.
“Nikmat yang terpenting adalah nikmat ilmu. Memang uang itu nikmat, tetapi tanpa ilmu, uang itu akan mencelakakan. Banyak orang yang mendapatkan uang, tetapi masih merasa kurang. Namun, dengan ilmu, harta akan menjadi berkah. Maka, ketika mendapatkan dana BOS, gunakanlah dengan baik agar memberikan manfaat yang besar,” pesan beliau.
Mengutip kandungan Surah Al-Insan ayat 3, Allah taala berfirman:
إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
KH. Muhammad Syamlan juga mengingatkan pentingnya sikap syukur atas setiap nikmat yang Allah ﷻ anugerahkan.
Menurut beliau, syukur tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tingkatan syukur seseorang pun berbeda-beda, bergantung pada kesungguhan dalam menyikapi nikmat yang diterimanya.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat empat bentuk nyata dalam mensyukuri nikmat, yaitu mengakui banyaknya nikmat yang diterima, menggunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya, memeliharanya secara bertanggung jawab, serta mengembangkan manfaatnya agar semakin luas.
“Inilah yang disebut dengan berkah,” tegas beliau.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pengelola lembaga pendidikan bahwa dana BOS merupakan amanah yang harus direncanakan, dimanfaatkan, dan dipertanggungjawabkan secara benar agar memberikan manfaat optimal bagi proses pendidikan.
Kepala Sekolah Harus Memiliki Pengetahuan dan Tanggung Jawab Menyeluruh
Dalam kesempatan yang sama, KH. Muhammad Syamlan turut memberikan penekanan khusus mengenai kedudukan dan tanggung jawab kepala lembaga pendidikan.
Beliau mengibaratkan kepala sekolah sebagai kepala dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi sangat menentukan terhadap keseluruhan aktivitas anggota tubuh.
Menurut beliau, seorang pemimpin setidaknya harus menjalankan tiga fungsi utama, yaitu memiliki pengetahuan yang menyeluruh terhadap kondisi lembaganya, mampu menentukan tindakan berdasarkan informasi dan pertimbangan yang diterima, serta memikul tanggung jawab atas setiap keputusan dan pelaksanaan kegiatan.
“Kepala yang bertanggung jawab, bukan kaki atau jari. Oleh karena itu, jangan sampai kepala melemparkan tanggung jawab,” pesan beliau.
Melalui perumpamaan tersebut, beliau menegaskan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya berperan sebagai pemegang jabatan administratif, tetapi harus benar-benar memahami, mengarahkan, mengawasi, dan bertanggung jawab terhadap seluruh proses pengelolaan lembaganya, termasuk dalam penggunaan anggaran pendidikan.
Hadirkan Tim BOS Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota Bengkulu
Usai penyampaian taujih, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bimbingan teknis yang menghadirkan narasumber dari instansi pendidikan pemerintah.
Materi disampaikan oleh Andri Winata, S.Pd., dari Tim BOS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, serta Ibu Ade Elvia, S. Sos dari Tim BOS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu.
Kedua narasumber memberikan penguatan mengenai tata kelola dana BOS, mulai dari tahapan perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, penggunaan dana sesuai ketentuan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sekolah.
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya keselarasan antara kebutuhan riil sekolah, prioritas program pendidikan, dan pengalokasian anggaran yang efektif serta dapat dipertanggungjawabkan.
Sesi berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan teknis yang dihadapi dalam pengelolaan dana operasional dan penyusunan anggaran di satuan pendidikan masing-masing.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan unit pendidikan di lingkungan Yayasan Ma’had Rabbani, meliputi TKIT Rabbani, RA Rabbani, SDIT Rabbani, SMPIT Rabbani, SMAIT Rabbani, SMPIT Ma’had Rabbani, SMAIT Ma’had Rabbani, SMPIT Ma’had Rabbani 2, dan SMAIT Ma’had Rabbani 2.
Kehadiran berbagai unit pendidikan tersebut mencerminkan komitmen yayasan dalam membangun kesamaan pemahaman dan meningkatkan kapasitas pengelola lembaga dalam perencanaan serta pengelolaan keuangan pendidikan.
Praktik Langsung Penyusunan RKAS Tahun Anggaran 2027
Sebagai tindak lanjut dari pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan RKAS Tahun Anggaran 2027 oleh peserta dari masing-masing unit pendidikan.
Pada sesi ini, peserta diarahkan untuk menyusun rencana kegiatan beserta kebutuhan anggarannya secara lebih terperinci, terukur, dan disesuaikan dengan prioritas program sekolah serta pagu anggaran yang tersedia.
Melalui pendekatan praktik langsung, penyusunan RKAS diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen perencanaan, pengendalian, dan evaluasi penggunaan anggaran pendidikan.
Perencanaan yang matang menjadi langkah penting untuk memastikan setiap alokasi dana memiliki tujuan yang jelas, mendukung kebutuhan pembelajaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Sekretaris Yayasan Ma’had Rabbani, Wahyudi Putra, M.Pd., berharap melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan RKAS BOS Tahun Anggaran 2027 ini, seluruh satuan pendidikan di lingkungan Yayasan Ma’had Rabbani semakin profesional dalam merencanakan, menyusun, melaksanakan, serta mempertanggungjawabkan anggaran pendidikan secara amanah, transparan, akuntabel, efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis para kepala sekolah, bendahara, dan pengelola dana BOS dalam menyusun RKAS, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa setiap anggaran yang direncanakan harus berorientasi pada kebutuhan nyata sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, dan kemaslahatan murid. RKAS harus menjadi instrumen perencanaan yang terukur sekaligus alat pengendalian anggaran agar setiap rupiah dana pendidikan benar-benar memberikan manfaat yang optimal,” ungkap Wahyudi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Yayasan Ma’had Rabbani berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perencanaan, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi pengelolaan keuangan secara terpadu di seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan dana BOS tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari ketepatan penggunaannya serta dampak nyata yang dihasilkan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kemajuan lembaga.
“Pada akhirnya, pengelolaan dana pendidikan bukan sekadar persoalan administrasi dan angka-angka, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan ilmu, integritas, dan tanggung jawab. Kita ingin setiap dana yang dikelola tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga memberikan manfaat yang luas dan menghadirkan keberkahan,” pungkasnya.
Yayasan Ma’had Rabbani — Membangun Tata Kelola Pendidikan yang Profesional, Amanah, dan Berkah.
