• Bertaubatlah, sebelum maut menghampiri dan menjemputmu
Sabtu, 4 April 2026

Bantu Anak Agar Taat Aturan, Bukan Membantu Anak Agar Melanggar

Bantu Anak Agar Taat Aturan, Bukan Membantu Anak Agar Melanggar
Bagikan

Ayah dan Bunda yang kami hormati,

Anak-anak kita tidak hanya sedang belajar membaca dan menulis. Mereka sedang belajar menjadi manusia sejati. Mereka sedang belajar tentang tanggung jawab, tentang adab, tentang komitmen, tentang disiplin, tentang arti taat pada aturan. Karena itu, yang paling mereka butuhkan bukan pembelaan, tetapi penguatan. Disiplin bukan hukuman. Disiplin adalah latihan menjadi kuat. Disiplin adalah jalan menuju masa depan yang kokoh.Namun sering tanpa sadar, kita justru melemahkan anak dengan cara:
❌Membenarkan keterlambatannya
❌Mencarikan alasan atas kelalaiannya
❌Membela ketika ia melanggar aturan
❌Menyalahkan kawan karena ikut-ikutan
❌Menyalahkan guru saat anak ditegur

Padahal setiap teguran yang mendidik adalah bentuk kasih sayang. Setiap aturan adalah pagar keselamatan. Setiap pembiasaan adalah investasi masa depan. Jika hari ini anak dibela dalam kesalahan, besok ia akan menganggap pelanggaran sebagai hal biasa. Jika hari ini ia dibiasakan disiplin, besok ia akan terbiasa bertanggung jawab. Mari kita bersinergi. Bantu anak untuk:
✔ Datang tepat waktu
✔ Menghormati guru
✔ Menaati tata tertib
✔ Menjaga kebersihan dan kerapian
✔ Menyelesaikan tugas tanpa alasan
Ketika sekolah atau pesantren menegakkan aturan, itu bukan untuk menyulitkan. Itu untuk membentuk. Anak yang selalu dicari alasan pembenarannya akan tumbuh rapuh. Anak yang dibiasakan disiplin akan tumbuh tangguh. Mari kita sepakat! Kita tidak akan menjadi pembela pelanggaran, tetapi menjadi pendukung pendidikan. Karena keberhasilan pendidikan bukan hanya kerja guru, tetapi hasil kebersamaan rumah dan sekolah. Semoga Allah memberkahi anak-anak kita, menjadikan mereka generasi beradab, kuat, dan bertanggung jawab.


✍🏻 KH. Muhammad Syamlan

SebelumnyaMembludak, 1.167 Peserta Se-Provinsi Mengikuti Galaksi 5 SMPIT dan SMAIT Rabbani Bengkulu 2026SesudahnyaTak Ada Lagi Alasan Tidak Tahu - KH. Muhammad Syamlan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *